Jumat, 16 Oktober 2009

5 Langkah Mudah Membuat Bonsai Kelapa

Tips dan Trik Membuat Bonsai Kelapa

Mungkin anda pernah melihat pohon kelapa yang berukuran besar dan tinggi, tetapi apakah anda pernah melihat kelapa seperti yang anda bayangkan memiliki bentuk yang sangat kecil, unik, dan memiliki daya jual yang tak kalah dengan tanaman mahal lainnya. Mungkin anda pernah mendengar kalimat “Bonsai” yang memiliki arti membuat menjadi kecil atau berbentuk mini.


Bonsai Kelapa saat ini sudah sangat trends untuk di koleksi para hobby penggila tanaman hias, mereka berani mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah untuk membeli si raksasa yang menjadi mungil ini.

Pada dasarnya kelapa banyak tumbuh di tiap daerah di Indonesia, namun masih banyak para hobby yang tidak mampu membuatnya, dikarenakan proses pembuatan yang memakan waktu hingga tahunan serta tanaman ini rentan mati jika tidak mampu mengolahnya, lebih parah lagi masih banyak para hobby tanaman tidak mampu membuat Bonsai Kelapa. itulah mengapa Harga Bonsai Kelapa sangat mahal,..!!

Disini saya akan memberikan Tips dan Trik membuat Bonsai Kelapa dengan langkah Cepat, Mudah, dan tidak memakan waktu yang lama

Langkah Pertama :
Kelapa yang digunakan untuk Bonsai :

Kelapa Gading Susu
Kelapa gading susu berwarna putih jenis kelapa hibrida ini banyak tumbuh di daerah subtropis, namun biasanya digunakan sebagai kelapa taman sebagai pengganti pohon palem.

Kelapa Gading Merah
Kelapa Gading merah juga merupakan kelapa hibrida dengan warna yang merah kekuning-kuningan kelapa ini sangat unik dan cantik untuk dibuat bonsai kelapa namun proses pengolahannya harus menggunakan banyak pupuk dan vitamin tanaman lainnya, karena kelapa gading merah rentan akan kehilangan (Kambium) zat hijau daunnya, sehingga jika kekurangan zat tanam, maka kelapa gading merah batangnya akan berubah warna menjadi hijau, dan zat merahnya akan hilang, sehingga yang harus dilakukan adalah mengganti media tanah, pupuk, dan vitamin lainnya.

Kelapa Albino (berwarna Putih Silver)
Jenis kelapa ini sama dengan 2 contoh kelapa di atas, namun banyak para hobys merubah bonsai kelapa agar memiliki batang yang berwarna putih silver agar terlihat unik atau albino (untuk merubahnya menjadi albino akan saya terangkan pada bab berikutnya).

Langkah Kedua
Mencari bibit yang baik
Carilah bibit kelapa yang sudah tua akan lebih baik bila kelapa tersebut dipetik langsung dari pohonnya, karena bibit yang tua lebih cepat tumbuh tunas tetapi jika bibit yang sudah terjatuh ke tanah akan menghasilkan bentuk yang kurang menarik dan kentosnya mudah rapuh akibat terjatuh tadi, akan sempurna jika kelapa yang akan dibuat bonsai memiliki kentos (batok) yang sangat kecil dan memiliki akar yang besar, karena jika dilihat dari kentos yang kecil akan mempermudah membentuk batang sesuai yang kita inginkan.

Langkah Ketiga
Posisi Kelapa
Kelapa yang belum memiliki tunas sebaiknya ditempatkan di tanah yang lembab dan mengandung banyak air, sekitar 1-2 minggu biasanya kelapa sudah tumbuh tunas. Jika anda menginginkan bentuk kentos yang di kelilingi akar sebaiknya tempatkan kelapa dalam posisi berdiri (vertikal), tetapi jika anda menginginkan bentuk seperti keong maka tempatkan posisi tidur (horizontal), bentuk posisi kelapa sesuai imjinasi anda.

Langkah Keempat
Proses Tanam
buka serabut kelapa yang sudah bertunas (dengan tinggi 3-5 cm) menggunakan ujung sendok atau golok kecil secara perlahan dan hati-hati agar tidak mengenai akar dan jangan sampai terputus. Bersihkan serabut kecil yang masih menempel pada kentos dengan menggunakan pisau tipis (Cutter) agar terlihat bersih, bila anda menginginkan kentos terlihat licin mengkilat kecoklatan bakar kentos menggunakan korek api secara perlahan / suam kuku. (proses ini sedikit beresiko dan harus dilakukan dengan hati-hati). Sayat secara perlahan (2-3 helai kuncup) tunas yang paling bawah / yang sudah tua dengan menggunakan pisau tipis (Cutter), setelah itu tanam dalam pot yang telah disediakan. Jika anda menginginkan tunas kelapa tumbuh lebih cepat sebaiknya tutup tunas dengan menggunakan botol air mineral yang telah dipotong mulut botol setinggi 5 cm. Proses ini juga untuk menghindari tunas dari serangan hama kutu putih pada tunas.

Langkah Kelima
Proses Penyayatan.
Jika kelapa sudah tumbuh setinggi 15-20 cm, sayat tunas yang paling bawah untuk membentuk batang lakukan hal ini berulang-ulang minimal 3 hari sekali, dalam proses panyayatan lakukan dengan hati-hati jangan sampai tergores tunas baru yang akan tumbuh, jika terjadi maka bonsai akan mengalami pembusukan (gagal dan mati). Proses ini dilakukan selamanya agar bonsai tidak membesar membentuk kelapa biasa. Siramlah tanaman 1 hari sekali pada sore atau malam, ada baiknya menyiram dengan menggunakan vetsin atau air larutan garam.

Sumber : patihjournal.blogspot.com

2 komentar:

  1. mas tolong lah jelas kan cara membuat bonsai kelapa bercabang secara rinci dan jelas. trims

    BalasHapus
  2. @abenk: Bonsai kelapa Umumnya berbatang tunggal, tetapi ada pula yang memiliki cabang. Nah untuk yang bercabang ini,sampai saat ini saya masih belum bisa memastikan bahwa bonsai kelapa bercabang bisa dibuat,hanya saja beberapa tahun yang lalu di daerah jawa sana ada peng-hoby bonsai kelapa yang berhasil membuatnya dan artikelnya pun sudah saya copy paste di blog,kalo tidak salah ia menggunakan "TETESAN CAIRAN SARI SEMUT" untuk membuat tunas tumbuh tidak normal sehingga dihasilkan cabang dari tunas baru...PERLU DI INGAT BAHWA TERJADINYA CABANG PADA BONSAI KELAPA INI ADALAH AKIBAT PERTUMBUHAN TUNAS YANG TIDAK NORMAL/ABNORMAL !!! Jadi silahkan banyak bereksperimen untuk memodifikasi tunas yang baru tumbuh,semoga saja ada cara baru yang bisa anda temukan untuk membuat bonsai kelapa ini bercabang....Terimakasih

    BalasHapus